Kali ini saya akan membahas tentang suatu obyek wisata yang lagi cukup naik daun khususnya di Kawasan Jawa Barat. Tulisan ini akan saya tujukan untuk membahas Kampung Gajah, sebuah area wisata outbound alam yang sedang marak didatangi para traveller Indonesia. Mungkin bisa sedikit membantu teman-teman sekalian untuk memilih tempat liburan. Yah, seperti biasa, post saya akan cnederung singkat, so let’s go !

gambar dari : kampunggajah.com
Semuanya diawali dari perjalanan menuju TKP. Ya, mungkin semua sudah tahu, lokasi Kampung Gajah ini berada di area pegunungan Lembang Jawa Barat. Kita bisa mengikuti lajur untuk ke Lembang pada umumnya , dan beberapa saat setelah UPI, akan ada belokan ke kiri yang terdapat poster besar sebagai penujuk arah lokasi Kampung Gajah. Yah, tepat, belok kiri ! jalannya memang cukup sempit, bisa dibilang pas-pasan untuk dua mobil beserta motor2nya. Oh ya, kalau sudah belok jangan dikira sudah nyaris sampai TKP , tapi TKP Kampung Gajah berada sekitar 2 km dari belokan itu, dengan medan bukit2 yang siap memaksa mobil kita untuk mengeluarkan banyak tenaganya, haha. Belum lagi kalau kita kesana di saat liburan besar (liburan orang yang udah besar.. loh?) sehingga banyak keluarga yan ingin refreshing ke sini. Wah, kalau seperti ini, pengalaman saya sungguh macet ! rasanya sudah sempat kehilangan semangat berwisata loh ! belum lagi, mobil yang terkadang mengeluarkan bau gosong-nya. Yah, pilih2 waktu saja, jika ingin gak ‘lelet’ di tahap ini.
Sampai di limit to TKP, temen2 akan melihat suatu sistem pembayaran yang menurut saya kurang efektif, dimana untuk membayar tiket terusan yang cukup besar (bisa jutaan kalau banyak orang), kita harus mengantri dalam mobil, dengan lokasi jalan menanjak, dan lokasi yang agak terlihat padat. Lantas, berapa biayanya ? di brosur yang saya dapat ketika masuk, tertulis Rp 150.000 weekdays dan Rp. 200.000 weekend untuk kunjungan sebelum sebelum jam 4, setelah jam 4 , dipotong 50% dari harga itu. ditambah ongkos parkir mobil Rp. 10.000. Yah setip orang dihitung satu, dan mendapatkan satu tiket.
Yah seperti itulah rupa tiketnya dibagian depan terlihat tulisan Rp.10.000, tapi tenang dulu, itu bukan harga tiket tapi hanyalah ekstra diskon untuk setiap pembelian di sebuah toko di dalam untuk setiap pembelian Rp. 100.000 . Nah, bagian belakangnya ada sejumlah list permainan yang sudah termasuk dalam tiket terusan. Semua wahana permainan di dala dapat dimainkan dengan tiket terusan kecuali tiga wahana yaitu 4D Rider, Segway, dan Skyview yang harus menambah biaya jika ingin memainkannya. Namun, dalam hal ini ada perbedaan dengan objek wisata terusan lain seperti Dufan ataupun Trans Studio yang memungkinkan pengunjung memainkan suatu permainan lebih dari sekali, di Kampung Gajah, pengunjung hanya diperbolehkan memainkan setiap permainannya satu kali saja, nanti saat bermain, petugas akan memberi mark pada tiket kita yang menandakan kita sudah memainkan permainan tersebut.
Yah, saat ini saya ingin membahas apakah harga itu terbilang mahal atau murah. Menurut saya sih, memang angka 200000 IDR itu terlihat besar, namun jika kita memang meniatkan diri untuk full bermain, dengan waktu yang cukup lama sehingga bisa memaksimalkan jumlah permainan yang bisa kita mainkan, rasa-rasanya dengan sistem terusan ini membuat kita cukup diuntungkan, yah, anda datang pagi saja. Wisata ini sudah mulai buka dari pukul 8 pagi, dan permainan berakhir jam 6 sore. Namun, ada saja terkadang kendala yang bisa kita jumpai yang membuat kita sulit untuk memaksimalkan jumlah permainan yang bisa kita mainkan. Apa saja ? lihat paragraf di bawah ini ! haha
Kendala pertama adalah hujan. yah, kendala yang satu ini adalah kendala yang tidak ada yang salah namun dampaknya cukup besar bagi pengunjung. Banyak wahana yang tidak bisa dioperasikan selagi hujan turun, pengalaman saya pun demikian, saya terjebak hujan di siang hari yang memaksa saya dan keluarga untuk pulang lebih cepat karena hujan tak kunjung reda. Yah, inilah salah satu kelemahan wisata outdoor yang mengunggulkan keindahan alamnya. Yah, kalau mau aman, yah bisa datang saat tidak musim hujan atau coba lihat prakiraan cuaca yang walau tidak pasti bisa cukup memberikan pilihan hari yang mungkin lebih tepat.
Nah Sekarang saya mau ngebahas keunggulan-keunggulan yang saya temukan nih..
pertama, antrian setiap wahana relatif lebih cepat jika kita bandingkan dengan Dufan atau Tans Studio. Rasa-rasanya tidak ada wahana yang harus mengantri sampai 1,5 jam atau malah kurang, padahal saya datang kesana di saat hari libur merah berturut2 yang pengunjungnya banyak sekali. oh, namun mengingat antrian , menurut saya sistem antrian di sini tidak bagus, tidak ada rute yang cukup panjang untuk mengantri yang dibatasi pagar , tali atau apalah itu, nah karena ketiadaan ini memungkinkan ada pengunjung yang nyelip curang gitu, saya melihat ada dua orang sekaligus bisa masuk antrian pada saat itu.
kedua, wahananya cukup memuaskan, tidak terkesan asal-asalan, pengunjung bisa menikmati jerih payah antriannya menurutku. Tempat jajanannya pun cukup banyak, jika kita haus atau lapar.
ketiga, lokasinya luas, sehingga jumlah orang yang ditampung cukup banyak.

gambar dimodifikasi dari kampunggajah.com
Yah sekiranya itu review singkat saya, sambil merangkum, ini ada beberapa tips untuk anda yang mau berwisata ke Kampung Gajah :
1. Siapkan kendaraan dengan mesin baik untuk melintaasi medan tanjakan.
2. Kalau bisa jangan pilih hari libur, apalagi libur panjang biar bisa bermain maksimal.
3. Hindari waktu hujan sebisa mungkin dengan pilih waktu yang tepat.
4. Bawa payung , menghindari terik dan hujan.
5. Bawa baju renang, ada wahana air juga.
6. Datang dari pagi, wisata buka jam 8 pagi.
7. Siapkan uang masuk dulu, ingat semua orang masuk harus bayar.
8. Perhatikan, jangan sampai antrian anda di-sela orang.
9. Siapkan Jaket, udara cukup dingin.
10. Jangan lupa kamera ! abadikan momen2 terbaik !
11. Tentunya, berdo’a dulu kepada Allah swt ! OK ! bismillah… let’s go !
Nah, itu semua hanya review yang saya pribadi sampaikan dari pengalaman saja, jika ada yang kurang berkenan, bisa langsung komen aja, maaf kalau saya salah. terima kasih . let’s comment ! haha















